25 Desember 2012, dimana KAMANJAYO(keluarga MAN Jambi Yogya) melaksanakan MAKRAB #1. Acara ini dilaksanakan tepatnya di Kaliurang. Dihadiri oleh 27 Mahasiswa, yang mana, mereka semua adalah alumni MAN Model Jambi. Acara ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menyatukan Keluarga Besar MAN Model Jambi yang berada di Negeri orang, khusussnya di Yogyakarta.
MAKRAB ini dimeriahkan dengan acara-acara yang tentunya tidak membosankan, salah satunya dengan Senam. Senamnya pun berbeda dengan yang lain, Satu persatu dituntut untuk bisa membuat gerakannya sendiri lalu secara bergantian diikuti oleh Mahasiswa lain.
Gaming yang dibuatpun tidak kalah menariknya, karenaa hukuman-hukuman yang diberikan, sangat langka. Seperti Sewaktu Sarwo Edi Musyafa(Alumnus 2009) mendapatkan hukuman untuk menirukan gaya Pak Ambo bicara, dan masih banyak game-game lainnya.
Beberapa acara yang lain saat MAKRAB yaitu pada malam harinya, diadakan makan malam bersama dengan membakar Ayam, lalu menonton Film, kemudian tengah malamnya diadakan Perenungan yang dibarengi dengan membakar api unggun, baar jagung, dan ngopi bareng.
Acara Makrab ini juga disertai dengan Pemilihan Ketua KAMANJAYO tahun 2011-2012. Diantaranya yang terilih sebagai Ketua adalah Arif Riyanto (Alumnus 2011), Sekretaris adalah Sarwo Edi Musyafa (Alumnus 2009), dan Bendahara Jeny Rahmawati (Alumnus 2011).
Rencanaya MAKRAB ini akan diadakan rutin setiap tahun untuk bisa lebih menjalin kebersamaan anta Rlumni MAN Model Jambi.
Tampilkan postingan dengan label kamanjayo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kamanjayo. Tampilkan semua postingan
Rabu, 11 Januari 2012
Kamis, 07 Juli 2011
Sebuah Perbandingan Kultural Sederhana
Dalam artikel ini, saya mencoba menulis sisi positif masyarakat Yogyakarta beberapa pengetahuan dan pengalaman saya. Andai dilontarkan pertanyaan kepada saya: apa semua budaya masyarakat Yogyakarta baik? Tentu saja “tidak”. Banyak budaya masyarakat Yogyakarta yang tidak patut kita contoh. Dan dalam hal ini, saya mencoba menulis beberapa sisi positif saja.Tujuannya, hanya sebagai bahan in
Antara Diktat dan Sajak
ANJING dan kucing, seperti sastra dan sains, tidak pernah berkencan bersama dan tidak henti-hentinya bersicakar. Cara pandang mereka terhadap sebuah fenomena selalu bertolak-belakang. Si anjing tengok kanan, si kucing tengok kiri. Sastra menghadap ke bawah, sains menghadap ke atas. Tapi apa benar demikian?
Momen Perpisahan
Bertrand Russell, filusuf bahasa dar
Momen Perpisahan
Bertrand Russell, filusuf bahasa dar
Mocaf (Tepung Alternatif yang Menjanjikan)
Minggu, 05 Juni 2011
KAMANJAYO Masih exis
Serumpun Betuah di nagari urang, itulah Slogan dari sebuah perkumpulan yang terdiri dari seluruh alumni MAN Model Jambi yang berada di Yogyakarta. Perkumpulan yang nama panjangnya “Keluarga Madrasah Aliyah Negi Jambi-Yogyakarta ini telah memiliki lebih dari 25 orang Alumni MAN Model Jambi.Tidak banyak yang mereka kerjakan, tetapi KAMANJAYO sangat Solid dalam segala hal. Seperti jika diajak tahlilan, rapat, hingga nonton bareng pun mereka rela mengorbankan
Label:
kamanjayo
Langganan:
Postingan (Atom)