ANJING dan kucing, seperti sastra dan sains, tidak pernah berkencan bersama dan tidak henti-hentinya bersicakar. Cara pandang mereka terhadap sebuah fenomena selalu bertolak-belakang. Si anjing tengok kanan, si kucing tengok kiri. Sastra menghadap ke bawah, sains menghadap ke atas. Tapi apa benar demikian?
Momen Perpisahan
Bertrand Russell, filusuf bahasa dar